









Masjid Jami' Al-Hidayah

TK Islam Al-Hidayah

Quran Learning Center

Syariah Center Al-Hidayah

MPZ YANASHIRA

MTAH

Bimbel Al-Hidayah

IKRIMAH
Dalam kehidupan modern yang serba cepat, seringkali kita terjebak dalam mengejar kebutuhan duniawi hingga melupakan kebutuhan batin. Namun, dalam Islam, keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani adalah kunci untuk mencapai kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat. Hal ini secara mendalam dijelaskan oleh Ustadz Mukhtasor Jiddan dalam ceramahnya yang mengupas tuntas rahasia Surat At-Tin.
Ustadz Mukhtasor Jiddan membuka ceramahnya dengan analogi yang sederhana namun kuat: keseimbangan sangat esensial. Baik dalam sistem audio maupun roda kendaraan, keseimbangan adalah syarat utama agar berfungsi optimal. Jika benda mati saja membutuhkan keseimbangan, apalagi manusia sebagai ciptaan terbaik Allah SWT.
Surat At-Tin menjadi landasan utama dalam memahami konsep ini. Ayat pertama dan kedua, “Wat-tini waz-zaitun” (demi buah tin dan zaitun), melambangkan pemenuhan kebutuhan jasmani. Kedua buah ini dikenal kaya akan nutrisi, protein, dan manfaat kesehatan, yang merupakan “makanan” bagi tubuh kita.
Sebaliknya, ayat ketiga dan keempat, “Wa turi sinin” (demi Gunung Sinai) dan “Wa haadza al-baladil amin” (demi negeri yang aman ini – Makkah), melambangkan kebutuhan rohani. Kedua tempat ini adalah lokasi suci di mana wahyu Allah diturunkan, menjadi “makanan” bagi hati dan jiwa. Hal ini menegaskan bahwa seorang Muslim harus senantiasa memperhatikan kesehatan spiritualnya sebagaimana ia menjaga kesehatan fisiknya.
Agar rohani kita tetap sehat dan seimbang, Ustadz Mukhtasor Jiddan menekankan beberapa amalan penting:
Menuntut Ilmu yang Benar: Ilmu adalah fondasi. Memahami syarat dan rukun shalat, misalnya, adalah hal mendasar agar ibadah kita tidak sia-sia.
Memperbanyak Istighfar: Rasulullah SAW sendiri beristighfar 100 kali sehari. Ini adalah cara membersihkan hati dari dosa dan kelalaian, bahkan setelah shalat sekalipun.
Berzikir kepada Allah: Zikir adalah “nutrisi” bagi hati. Sebagaimana firman Allah, “Hanya dengan berzikir kepada Allah, hati menjadi tenang.” Dengan memperbanyak lailahaillallah, kita memperbaharui keimanan dan mendapatkan ketenangan batin.
Ustadz Mukhtasor Jiddan menyimpulkan, dengan mempraktikkan keseimbangan ini, kita akan menjadi manusia yang utuh dan mulia, berjalan di atas “siratal mustaqim” (jalan yang lurus) yang akan mengantarkan kita pada kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat.

YANASHIRA atau Yayasan Nurul Asri Hidayah Ramadhan adalah Yayasan bergerak dalam bidang peribadatan, keagamaan, pendidikan, sosial, dan ZISWAF yang dibagi atas beberapa lembaga yaitu Lembaga Masjid Jami’ Al-Hidayah, Lembaga Pendidikan TK Islam Al-Hidayah, Lembaga Pendidikan Quran Learning Center, Lembaga Syariah Center Al-Hidayah, Lembaga Pendidikan Bimbil, Lembaga Mitra Pengelola Zakat Dompet Dhuafa, Lembaga Majelis Taklim Al-Hidayah dan Lembaga Ikatan Remaja Islam Masjid Al-Hidayah.
YANASHIRA sudah berlegalitas SK KEMENKUMHAM, Surat Tanda Daftar Yayasan, Surat izin Kegiatan Yayasan, Surat Penghimpunan Uang dan Barang dan lainnya. Harapanya Yayasan ini dapat berkontribusi besar terhadap masyarakat.
Instagram : @yayasan_yanashira
Facebook : Masjid jami Al Hidayah
Youtube : Yayasan Nurul Asri hidayah Ramadhan
Website Utama : yanashira.org
Lokasi Masjid Jami' Al-Hidayah