









Masjid Jami' Al-Hidayah

TK Islam Al-Hidayah

Quran Learning Center

Syariah Center Al-Hidayah

MPZ YANASHIRA

MTAH

Bimbel Al-Hidayah

IKRIMAH
Hati adalah pusat dari kehidupan manusia, sebuah dimensi spiritual yang menentukan kualitas fisik dan batin kita. Menurut Ustaz Nana, S.Pd.I., M.Pd.I. dalam kajiannya yang bersumber dari kitab Nashoihul Ibad, penyakit hati jauh lebih berbahaya daripada penyakit fisik karena dampaknya dapat berlanjut hingga akhirat. Mengumpamakan hati sebagai raja dan seluruh anggota badan sebagai prajuritnya, Ustaz Nana menegaskan bahwa baik atau buruknya seorang manusia sangat bergantung pada kondisi hatinya.
Lalu, bagaimana cara menjaga dan menyembuhkan hati yang sakit? Ustaz Nana menjabarkan lima penawar hati yang dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Duduk Bersama Orang-Orang Saleh Berkumpul dengan orang-orang yang memiliki keimanan dan akhlak yang baik (Mujalasatus shihin) dapat memberikan dampak positif. Dari mereka, kita bisa menambah ilmu, semangat beribadah, dan motivasi untuk berbuat kebaikan.
2. Membaca Al-Qur’an Membaca, mendengarkan, dan merenungkan Al-Qur’an adalah cara ampuh untuk melembutkan hati yang keras. Al-Qur’an memiliki pengaruh luar biasa yang bahkan mampu menembus hati orang-orang yang membenci ajaran Islam.
3. Membersihkan Hati Penyakit hati seperti hasad (iri) dan fitnah dapat merusak pahala yang telah kita kumpulkan selama bertahun-tahun. Membersihkan hati dari penyakit-penyakit ini adalah sebuah keharusan agar amalan kita tidak sia-sia.
4. Mendirikan Salat Malam (Qiamul Lail) Salat malam adalah waktu istimewa yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya yang ingin menunjukkan kualitas ibadahnya. Melalui salat malam, kita bisa lebih dekat dengan-Nya dan mendapatkan ketenangan batin.
5. Berdoa saat Fajar (Munajat Waktu Subuh) Waktu subuh adalah saat yang sangat mustajab untuk bermunajat kepada Allah. Manfaatkan waktu ini untuk berdoa dan memohon ampunan, karena di saat itulah doa-doa kita lebih mudah dikabulkan.
Ustaz Nana juga mengutip Abu Bakar Siddiq yang membagi orang-orang yang beribadah ke dalam tiga golongan:
Beribadah karena Takut (khauf): Mereka beribadah karena takut akan siksa neraka. Ciri-cirinya adalah merasa rendah diri, menganggap sedikit kebaikannya, dan menganggap banyak kejelekannya.
Beribadah karena Mengharap Rahmat (rajah): Golongan ini selalu menjadi teladan, hidup sederhana, dan senantiasa berprasangka baik (husnuzan) kepada Allah SWT.
Beribadah karena Cinta (al-hub): Mereka adalah hamba yang paling tulus. Mereka rela memberikan apa pun yang dicintai di jalan Allah, membenci dan mencintai karena-Nya, serta selalu merasa bersama Allah dalam setiap langkah.
Kajian Ustaz Nana mengingatkan kita bahwa hati adalah penentu segalanya dalam hidup. Dengan mengamalkan lima penawar hati dan memahami hakikat ibadah, kita bisa mencapai ketenangan batin dan meraih ridha Allah SWT. Kondisi hati yang baik atau buruk sangat dipengaruhi oleh cara pandang kita, yang dapat diperbaiki dengan terus menuntut ilmu dan bergaul dengan orang-orang saleh.

YANASHIRA atau Yayasan Nurul Asri Hidayah Ramadhan adalah Yayasan bergerak dalam bidang peribadatan, keagamaan, pendidikan, sosial, dan ZISWAF yang dibagi atas beberapa lembaga yaitu Lembaga Masjid Jami’ Al-Hidayah, Lembaga Pendidikan TK Islam Al-Hidayah, Lembaga Pendidikan Quran Learning Center, Lembaga Syariah Center Al-Hidayah, Lembaga Pendidikan Bimbil, Lembaga Mitra Pengelola Zakat Dompet Dhuafa, Lembaga Majelis Taklim Al-Hidayah dan Lembaga Ikatan Remaja Islam Masjid Al-Hidayah.
YANASHIRA sudah berlegalitas SK KEMENKUMHAM, Surat Tanda Daftar Yayasan, Surat izin Kegiatan Yayasan, Surat Penghimpunan Uang dan Barang dan lainnya. Harapanya Yayasan ini dapat berkontribusi besar terhadap masyarakat.
Instagram : @yayasan_yanashira
Facebook : Masjid jami Al Hidayah
Youtube : Yayasan Nurul Asri hidayah Ramadhan
Website Utama : yanashira.org
Lokasi Masjid Jami' Al-Hidayah